Jakarta, JurnalBabel.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, menyebabkan sedikitnya 71 korban meninggal dunia, lebih dari 300 orang terluka, 19 ribu rumah rusak dan 34 ribu warga mengungsi.
Komisi VIII DPR mendesak penanganan gempa NTT tidak hanya berfokus pada evakuasi dan bantuan darurat, tetapi menjamin setiap korban memperoleh kebutuhan dasar, perlindungan serta pemulihan yang cepat.
Anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Gerindra, Muhammad Husni, mengapresiasi gerak cepat dari pemerintah pusat maupun daerah yang telah menyalurkan 100 ton bantuan darurat berupa makanan, obat-obatan dan tenda kepada masyarakat terdampak gempa di NTT.
“Tentunya kami mengapresiasi pemerintah begitu cepat tanggap didalam menangani gempa itu sendiri. Baik itu bantuan dari masyarakat, pemerintah, bantuan langsung dari Presiden, itu sudah diterima oleh masyarakat yang tertimpa bencana gempa,” kata Husni dilansir, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, langkah pertama yang harus dipastikan dalam masa tanggap darurat adalah pemulihan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pemulihan jaringan listrik yang terputus, penyediaan air bersih serta distribusi kebutuhan bahan pokok. Mengingat terputusnya jalur distribusi dibeberapa daerah terdampak gempa.
Lebih lanjut Husni menekankan pentingnya memperkuat mitigasi bencana untuk mengurangi resiko serta menekan potensi korban jiwa ketika terjadi bencana alam.
