Jakarta, JurnalBabel.com – Anggota Komisi IX DPR, Ashabul Kahfi, mempertanyakan adanya alokasi cadangan anggaran ketika terjadi bencana dalam pagu anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2027 yang sekitar Rp102,1 Triliun dan sebesar 99,2 persen sudah ditentukan penggunaannya.
Ashabul mempertanyakan hal tersebut karena berkaca pada peristiwa Agustus kemarin ketika terjadi gempa di NTT kemudian kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla yang menyasar hampir 10 juta masyarakat di Kalimantan, pada akhirnya Kemenkes harus membantu Rumah Sakit di lapangan di NTT dan menurunkan tenaga medis di Kalimantan.
Sementara, Ashabul melihat Kemenkes sama sekali tidak menganggarkan peristiwa-peristiwa bencana tersebut. Sebab itu, ia meminta Kemenkes agar memiliki respon cadangan anggaran ketika terjadi bencana.
“Jangan nanti ketika terjadi bencana baru sibuk mencari anggaran kesana kemari,” kata Ashabul Kahfi dalam rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menkes dan Mendukbangga, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Anggota Badan Anggaran atau Banggar DPR dari Fraksi PAN ini pun berharap pagu anggaran Kemenkes tahun 2027 mengalokasikan anggaran cadangan untuk penanganan bencana.
“Ini yang saya pertanyakan apakah anggaran yang sudah dikunci 99,2 persen itu tidak lagi perlu merespon anggaran cadangan, karena berdasarkan pengalaman Agustus kemarin kita belum tahu kedepan, tentu kita berharap tidak terjadi bencana lebih banyak. Ketika itu terjadi terus anggarannya melalui mana?” pungkas legislator asal dapil Sulawesi Selatan ini.
