Jakarta, JurnalBabel.com – Penyerapan peserta program magang nasional oleh Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker dinilai masih belum maksimal.
Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago, mendorong Kemnaker lebih aktif berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain yang bertujuan agar lulusan magang lebih terserap ke dunia kerja.
“Harusnya Menteri Ketenagakerjaan menjemput bola, koordinasi dong dengan menteri-menteri terkait,” kata Irma Suryani dikutip dari video di akun youtube tvrparlemen, Selasa (7/7/2026).
Kemnaker mencatat hanya sekitar 30 persen peserta magang nasional periode 2020-2026 yang mendapatkan tawaran pekerjaan setelah program magang. Sementara sekitar 70 persen peserta lainnya masih belum memperoleh tawaran pekerjaan.
Irma menilai, rendahnya tingkat penyerapan peserta magang menunjukan program itu belum berjalan secara efektif.
Menurutnya, Kemnaker tidak bisa hanya menunggu informasi lowongan pekerjaan, melainkan harus proaktif menjalin koordinasi dengan seluruh kementerian dan lembaga untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja.
“Kementerian di Indonesia ini selalu kedepankan ego sektoral, jadi tidak mengurusi pekerjaan kementerian lain. Menteri Ketenagakerjaannya harus berkoordinasi, harus jemput bola agar seluruh informasi lowongan pekerjaan bisa disampaikan kepada pemagang,” jelasnya.
Politisi Partai NasDem ini menegaskan, pemerintah perlu tetap lakukan evaluasi menyeluruh apabila tingkat penyerapan peserta magang masih rendah. Sehingga stimulus yang diberikan pemerintah berdampak pada peningkatan kesempatan kerja bagi peserta magang.
